Upaya Bank NTT untuk Mendorong Potensi Unggulan Desa, Optimalisasi Layanan Digital.

  • Whatsapp

Kupang, Arah NTT – PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) terus berupaya mendorong potensi unggulan desa.

Itu perkuat sumber daya alam (SDM) dan sumber daya manusia (SDA) sehingga dapat melahirkan desa binaan yang memiliki kelompok usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang menjalankan dan mengelola usahanya hingga tumbuh dan berkembang menjadi usaha mandiri dan berprestasi.

Bacaan Lainnya

Upaya Bank NTT ini dengan mengadakan “Festival Desa Binaan”. Festival ini diikuti oleh 47 Desa dari total 3.026 Desa di seluruh NTT (sementara diikuti oleh desa yang memiliki Kantor Cabang Bank NTT, red).

Upaya ini juga guna melahirkan Desa Binaan yang mengoptimalkan layanan Perbankan berbasis digital dan mendorong penggunaan uang non-tunai di sentra potensi ekonomi masyarakat desa.

Festival Desa Binaan Bank NTT juga merupakan implementasi dari misi Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur yakni sebagai  “Pelopor Penggerak Ekonomi Rakyat” dan “Menggali Sumber Potensi Daerah untuk diusahakan secara Produktif bagi Kesejahteraan Masyarakat NTT” dan bertujuan meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat desa yang multiply effect, menciptakan Desa Binaan yang mandiri dan berbasis digital, sentralisasi produk Perbankan baik itu produk Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Kredit, sebagai media promosi dan pemasaran produk Bank NTT, Pilot Project pengembangan Desa Binaan Bank NTT, dan menjadi pusat informasi potensi unggulan di daerah tersebut.

Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho mengatakan kegiatan Festival Desa Binaan merupakan kegiatan perdana yang dihelat Bank NTT.

“Kami telah melaksanakan rapat dengan dewan juri untuk menyamakan persepsi dan menyempurnakan lagi beberapa parameter, bobot, indikator, dan beberapa sasaran yang ingin kami capai bersama,” ujar Alex Riwu Kaho kepada wartawan.

Ia juga menyampaikan bahwa tujuan utama untuk memperkenalkan jasa layanan bank dan setiap desa dapat masuk dalam dunia digital dan berkompetisi secara sehat.

Festival Desa Binaan Bank NTT, imbuh Alex, diselenggarakan pada 1 April hingga 1 Juli 2021.

“Puncak pengumuman Festival Desa Binaan Bank NTT disampaikan pada 17 Juli 2021,” ujarnya.

Sementara Ketua Dewan Juri Festival Desa Binaan Bank NTT, Dr. James Adam menyampaikan, peserta Festival Desa Binaan terdiri dari 23 cabang Bank NTT dengan lokus di 47 desa.

“Jadi ada 1 cabang yang mengirim lebih dari satu lokus dan dari 47 lokus itu akan ada beberapa jenis usaha yang akan nilai. Dan dari 23 cabang yang mengirim dokumen, saya identifikasi, 18 cabang tersebut memiliki usaha pariwisata,”katanya

Melalui Festival Desa Binaan Bank NTT ini, urai Dr. James Adam, memberikan dorongan agar pemulihan ekonomi daerah.

“Bank NTT hadir tak hanya mengurus keuangan, namun mengurus perut (komsumsi, red) dan ekonomi masyarakat. Jadi misalnya, di sebuah desa memiliki banyak penenun, maka Bank NTT menjembatani melaui Festival Desa Binaan,” tegasnya

Kata dia, hanya 5 cabang Bank NTT yang tidak mengirimkan lokus di luar dari pariwisata yakni ada pertanian, peternakan, dan perikanan.

Adapun persyaratan Desa Binaan Bank NTT antara lain memiliki akses jalan ke lokasi terjangkau yakni, memiliki potensi ekonomi yang Multiply Effect pada masyarakat desa, memiliki keragaman usaha, produk yang dijual merupakan produk hasil dan produktivitas masyarakat setempat, transaksi penjualan produk dan jasa berbasis elektronifikasi dengan menggunakan produk-produk Bank NTT (menggunakan QRis), Desa Binaan atau produk yang dihasilkan ter-elektronifikasi memuat cerita atau history desa dan produk-produk yang dipasarkan (dalam bentuk barcode), dan produk yang dijual wajib dikemas dengan branding bank NTT.

Selain itu, Desa Binaan Bank NTT harus memiliki Lopo Dia Bisa yang dijadikan tempat usaha dan juga sebagai media informasi potensi unggulan yakni, memiliki Agen Dia Bisa minimal 50% dari pelaku ekonomi yang ada di desa tersebut, bisnis yang dijalankan tidak melanggar hukum dan norma-norma yang berlaku di Negara Republik Indonesia, produk dihasilkan telah tersertifikasi oleh lembaga yang berwenang, Cabang Bank NTT di lokasi Desa Binaan wajib mengirimkan dokumen ke kantor pusat Divisi Pemasaran Kredit Mikro, Kecil dan Konsumer dalam bentuk profil Desa Binaan, foto dan video (video: cerita singkat terkait aktivitas ekonomi masyarakat setempat), dan setiap cabang wajib mengikutsertakan minimal 1 (satu) Desa.

Bank NTT menyediakan penghargaan berupa tabungan bagi pemenang Festival Desa Binaan yakni juara pertama senilai  Rp.250 juta, juara kedua Rp.150 juta, dan peringkat ketiga Rp.100 juta atau, diberikan bantuan pengembangan dan perbaikan sarana dan prasarana menjadi usaha yang mandiri (dalam bentuk CSR).

Untuk diketahui, 23 cabang yang mengikutsertakan desa dalam Festival Desa Binaan Bank NTT di antaranya :

Cabang Kota Kupang, lokasi di Lasiana

Maumere, Kawasan Uma Ata

Atambua, Kolam Susuk dan Fulan Fehan

Ende, Kecamatan Detusoko

Waingapu, Kawasan Priemadita

Ruteng, Liang Bua

Cabang Kefamenanu, lokus di Wini, Eban, Tanjung Bastian

Soe, berlokus di kawasan Mutis, Fatumnasi, Fatukopa, dan Oetune

Waikabubak, lokus di Kota Waikabubak, Lapale, Payili Dobba

Lewoleba, di Lamalera

Larantuka, Desa Binaan berlokus di Kota Larantuka, dan Pantai Meko Adonara

Bajawa dengan 3 (tiga) lokus yakni di Kawasan Soa, Manulalu, dan Kampung Adat Bena

Rote Ndao, lokus di Kawasan Mulut Seribu, Kota Ba’a, dan Kawasan Tolanamon

Kabupaten Kupang, Tablololong dan Noelbaki

Sabu Raijua dengan lokus di Kalabba Madja dan Kampung Adat Namata

Labuan Bajo terdapat 3 (tiga) lokus yakni Kawasan Batu Cermin, Waebobok, dan Kawasan Terang

Waitabula memiliki 3 lokus yaitu Kawasan Ratenggaro, Walleo, dan Kawasan Watu Maladong

Mbay, Kawasan 17 Pulau Riung

Kalabahi Alor di Kawasan Moru

Anakalang berlokus di Kampung Adat Laitarung, Matayangu, dan Kondamaloba

Cabang Oelamasi Kabupaten Kupang dengan lokus di Pantai Liman Semau dan Fatuleu

Borong Ruteng di Kawasan Danau Ranamese dan Menara Padang

Cabang Malaka berlokus di Motadikin, Malaka Tengah, dan Desa Fahiluka

Pos terkait