Miris, Beras Bantuan JPS untuk Penanganan Covid-19 di NTT Didatangkan dari Sulawesi

  • Whatsapp

Kupang, Arah NTT – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Timur (NTT), Patris Lali Wolo mengaku miris, karena pengadaan beras untuk bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) dari Makasar, Sulawesi Selatan.

“Miris juga ya, kalau semua beras dibeli dari Sulawesi,” kata Patris kepada wartawan, Senin (24/08/2020)

Bacaan Lainnya

Pernyataan Patris itu menanggapi penyaluran dana JPS oleh Pemerintah Provinsi NTT dengan skema pemberian beras 35 kg dan uang tunai Rp150 ribu.

Menurut dia, DPRD NTT melalui komisi V telah rekomendasikan agar penyaluran dana JPS bagi warga terdampak covid-19 melalui dana tunai agar uang tersebut bisa berputar di masyarakat NTT.

Namun, faktanya pemerintah lebih memilih skema penyaluran secara natura atau beras 35 kg dan uang tunai Rp150 ribu bagi 90 ribu KK calon penerima bantuan JPS di NTT.

Politisi PDIP itu mengatakan kenapa DPRD NTT merekomendasikan agar penyaluran dana JPS secara tunai, karena tidak masyarakat terdampak covid mengalami kiris pangan.

“Ada juga kebutuhan lain, seperti belajar online siswa sekolah, sehingga harus membeli pulsa,” katanya.

Hal lainnya agar dana tersebut bisa berputar di masyarakat yang berada di sekitar penerima dana bantuan ini.

“Kenapa kami tidak sarankan untuk natura, karena peredaran uang bisa di masyarakat NTT,” katanya.

Melihat fakta yang terjadi, maka Patris meminta kepada pemerintah NTT untuk mengkaji lagi penyaluran JPS dengan cara natura dan mendatangkan beras dari Makasar.

“Harus dikaji kembali untuk datangkan beras dari luar NTT,” tegasnya

Bahkan ia mencontohkan, jika membeli beras di luar NTT, maka terdapat sekitar Rp30-Rp40 miliar uang dari NTT yang keluar.

“Pengusaha dan petani di Sulawesi yang diuntungkan, maka perlu dievaluasi,”pungkasnya

Bantuan sembako untuk masyarakat terdampak Covid-19 dari jaring pengaman sosial (JPS) sudah mulai disalurkan dinas sosial.

Bantuan ini akan disalurkan dalam dua tahap. Pada tahap pertama menyasar sebanyak 77.524 kepala keluarga (KK). Total keseluruhan peneriman menfaat sebanyak 95.000.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial NTT, Jamalufi Ahmad mengatakan Bantuan ini sudah mulai disalurkan pada 14 Agustus 2020, dimulai dari kelurahan Alak dan Fatufeto.

Total penyaluran di dua kelurahan ini sebanyak 35.160 kilogram (kg). Beras yang disalurkan merupakan beras premium.

“Beras.prenium ini semuanya didatangkan dari Makasar. Dalam penyalurannya kami bekerja sama dengan PT Flobamor. Beras ini telah tiba di Kupang pada 13 Agustus 2020 dan langsung disitribusikan pada masyarakat mulai tanggal 14 kemarin,” katanya kepada wartawan, Selasa, 18 Augustus 2020(AN)

Pos terkait