Delapan Karyawan Dealer Honda Adukan Nasib ke DPRD NTT

  • Whatsapp

Kupang, Arah NTT – Delapan karyawan perusahaan dealer Honda Kupang mengadukan nasib mereka ke Komisi V DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) karena sudah tiga bulan tidak terima gaji akibat pandemi covid-19.

Kedatangan delapan orang karyawan dealer Honda itu diterima Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Mohammad Ansor Rabu (05/08/2020).

Bacaan Lainnya

Anggota Komisi V DPRD NTT asal Fraksi PKB, Ana Waha Kolin kepada wartawan mengatakan para karyawan perusahaan dealer Honda tersebut mengeluhkan sejumlah persoalan yang dihadapi terutama berkaitan dengan status dan besarnya upah yang diterima.

Karena kata dia, ada yang sudah bekerja enam tahun lamanya, tapi status mereka di perusahaan yang bergerak di bidang otomotif itu belum jelas. Belum ada ikatan kerja yang menempatkan mereka sebagai karyawan tetap.

Selama ini, mereka terkesan bekerja sebagai tenaga lepas padahal ada yang sudah bekerja hingga enam tahun.

“Untuk hal ini, kami arahkan mereka ke Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kopnakertrans) NTT mengingat dasar pijakan Komisi V untuk bersikap berupa kontrak kerja belum ada,” kata Ana.

Ia menyampaikan, para karyawan dealer Honda juga mengeluhkan soal besaran upah yang diterima.

Dimana upah yang diterima sangat jauh dari besaran upah minimun provinsi (UMP).

“Upah atau gaji yang mereka terima selama ini sebesar Rp1,2 juta sedangkan UMP yang ditetapkan gubernur sebesar Rp1,950 juta, ” ujarnya

Ana berargumen, tentu ada alasan lain yang menyebabkan para karyawan itu bertahan walau besaran upah yang diterima sangat kecil bila dibandingkan dengan UMP NTT tahun 2020.

Salah satu aspek yang menyebabkan mereka tetap bertahan bekerja di dealer Honda adalah tuntutan hidup.

Tentang sikap apa yang diambil Komisi V menjawabi keluhan yang diterima, ia menyatakan, untuk tahap pertama mereka diarahkan untuk bertemu dengan Dinas Kopnakertrans NTT.

Mengingat mereka belum memiliki ikatan kerja dalam bentuk kontrak, sehingga Komisi V belum memberi advis terlalu jauh.

“Komisi V akan mengagendakan untuk menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Kopnakertrans NTT yang juga menghadirkan delapan karyawan dealer Honda dimaksud untuk mngambil solusi dalam satu forum yang sama. RDP ini akan digelar setelah 17 Agustus,” papar Ana.

Sementara Lexi Natun Tbet, salah seorang karyawan dealer Honda yang mendatangi Komisi V DPRD NTT dalam pesan singkatnya mengatakan, bersama teman- temannya, mereka meminta bantuan Komsi V agar dapat memfasilitasi penyelesaian yang sedang dihadapi. Karena sudah tiga bulan mereka tidak digaji karena pandemi covid-19.

“Ketika kami tanya ke manajemen, jawaban yang diperoleh sangat merugikan kami. Manajemen sampaikan, kalau tidak nyaman lagi bekerja, boleh mengundurkan diri. Inilah yang membuat kami lapor ke DPRD NTT dan Dinas Kopnakertrans,” kata Lexi(AN)

Pos terkait