Abaikan UU Ketenagakerjaan, Perusahaan Di Kupang Pidana Karyawan

  • Whatsapp
Doc.

Kupang, Arah NTT – Seorang karyawan di PT Aneka Niaga, yang bergerak di bidang distributor sembako dan bahan lainnya kepada pihak kepolisan resort Kupang kota atas tuduhan penggelapan uang perusahan.

Hal ini, berdasarkan keterangan yang disampaikan karyawan perusahaan, Joni A. Sanam(JAS) selaku terlapor pasca pemeriksaan dirinya di Mapolres Kupang Kota, Selasa (10/11/202)

Menurut Joni, dirinya dilaporkan atas tuduhan penggelapan keuangan perusahaan setelah dirinya mengorder barang pada pihak perusahan lalu hasil penjualan barang tidak disetorkan ke pihak perusahan.

Ia mengakui bahwa hal ini ia lakukan dikarenakan gaji yang seharusnya ia terima tidak kunjung dibayar oleh pihak perusahan sejak bulan Mei dan Juni 2020 lalu.

“Saya ambil barang dari perusahan untuk dijual lagi ke pembeli tapi karena gaji saya tidak di kasih maka saya tidak mau kasih uang hasil penjualan itu ke perusahan. Uang masih ada disaya”, ujarnya.

Dijelaskan, pihak perusahan mestinya bisa mengatasi persoalan ini. Pasalnya, dalam kerjaan tersebut, adanya tabungan dari karyawan yang telah disimpan oleh pihak perusahan sejak awal masuk kerja hingga saat ini.

“Pihak perusahan harus panggil saya untuk selesaikan ini, audit nota yang ada. Ada juga tabungan kami diperusahan. Tapi ini langsung mempidanakan saya” jelasnya.

Diakuinya, sejauh ini pihak perusahan hanya meminta dirinya untuk memasukan jaminan berupa serifikat tanah agar menutupi tunggakan tersebut dengan ketentuan simpanannya tetap berjalan normal.

“Saya sudah sampaikan untuk potong uang simpanan. Tapi perusahan tidak mau. Si Penagih juga buat laporan fiktif tanpa membuat audit dan hitungan untuk laporan ke bos, makanya bos anggap saya rugikan perusahan dan gaji saya tidak bayarkan” ungkap Yosep Sanam

Ia juga menduga adanya permasalahan sama yang dialami oleh karyawan lain namun enggan berkomentar dikarenkan adanya ketakutan tersendiri.

Sementara itu, kuasa hukum terlapor Yosep Sanak Menyampaikan kliennya dikenakan dua pasal sekaligus yaitu penipuan dan penggelapan.

Di terangkan Yosep, Nota yang diperiksa oleh pihak kepolisan sejak bulan April, sedangkan pada bulan April hanya terdapat satu nota yang disinyalir merugikan sehingga, menurutnya akan akan tidak sebanding dengan gaji dan total kerugian dibulan April.

“Pemeriksaan tadi, Nota pada bulan 4 itu hanya satu,5 nota di bulan Mei dan 3 nota di bulan Juni. Sedangkan pada bulan april, per satu nota kerugian mencapai 1 500.000, sehingga jika bandingkan dengan gajinya yang senilai 3 juta lebih maka akan tidak sebanding, berarti apa yang disangkakan penyidik bahwa sejak bulan april adanya tidak pidana, itu tidak bisa”, urainya.

Ia menyampaikan, berdasarkan hitungan dan penyidikan pihak kepolisan dengan tuduhan tindak pidana sejak bulan April merupakan laporan pihak perusahan yang tidak mendasar.

Yosep Mengatakan agar pihak perusahan untuk memperhatikan kesejatraan karyawan terutama kliennya dengan rujukan dari UU nomor 13 yang mengatur tentang ketenagakerjaan.

“Klien saya ini sudah meminta pihak perusahaan untuk mediasi dan bertemu. Tapi ditolak oleh perusahan. Ada apa? Mau percaya siapa sebenarnya?” Tanya Yosep

Dirinya berharap adanya tim audit independen yang dibentuk agar mengaudit keuangan tersebut sehingga bisa mengetahui kejelasan persoalan ini, terutama mencegah adanya kasus yang sama di perusahan-perusahan lain.

Kemungkinan adanya masalah lain yang dilakukan oleh pihak perusahan dalam menjalankan usaha tersebut.

“Total ada 18 pernyataan dari penyidik dan kerugian mencapai 20 juta. Subtansi pertanyaan terkait kerugian perusahan. Dan laporan ini tidak tepat, karena tidak melalui langkah yang tidak tepat dan besok saya akan buat pengaduan ke Disnakertrans NTT” beber Yosep.(AN

Related posts