Kejati NTT Tangkap Buronan Terpidana TPPO di Semarang

  • Whatsapp
Tim intel kejati bersama DPO yunus

Kupang, Arahntt. Com, Tim Intelejen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang,
berhasil menangkap Yusak Gunanto Rabu (24/6/2020), lalu

Ia ditangkap di SPBU Gombel Lama, Jalan Setia Budi, Kota Semarang

Bacaan Lainnya

Yusak Gunanto merupakan terpidana dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejari Kota Kupang.

Penangkapan ini berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2389 K/PID.SUS/2017 tanggal 31 Januari 2018.

Yusak merupakan terpidana dalam perkara tindak perdagangan orang (TPPO) alias human trafficking.

Dia dijatuhi pidana penjara selama 7 tahun, denda Rp 120 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT), Yulianto mengapresiasi Tim Intelejen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang yang berhasil menangkap terpidana kasus TPPO, Yusak Gunanto.

“Ini keberhasilan dari Tim Intelejen Kejaksaan Tinggi NTT yang didukung penuh oleh Kejari Kota Kupang yang berhasil menangkap Yusak Gunanto yang sudah masuk dalam DPO selama dua tahun,” kata Yulianto kepada wartawan di kantor Kejati NTT, Jumat (26/06/2020)

Yulianto mengatakan, dalam kasus TPPO ini terpidana divonis selama tujuh (7) tahun penjara oleh pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

“Terpidana nanti langsung dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) untuk menjalani massa tahannya selama 7 tahun,” kata Yulianto.

Sementara Kajari Kota Kupang, Max Oder Sombu mengungkapkan selain Yusak Gunanto, masih tersisa dua orang DPO yang masih dalam pengejaran pihak Kejari Kota Kupang.

Menurut Max, dua orang sisanya yang masuk dalam DPO, kini telah diketahui keberadaannya oleh tim intelejen Kejari Kota Kupang dan tinggal dilakukan penangkapan.

“Sisa dua orang saja. Dan, kami sudah tahu ada dimana mereka tinggal kami tangkap saja. Untuk salah satu DPO kini berada diluar negeri,” ungkapnya(tim)

Pos terkait