Diduga Meninggal Tak Wajar, Satlantas Polresta Kupang Lakukan Autopsi Alm. Melito Amaral

  • Whatsapp

Kupang, Arahntt. Com, – Diduga meninggal tak wajar almarhum Melito Amaral warga Rt.14/Rw.06, Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT, tewas dalam Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) yang terjadi di Jln. Thamrin Kota Kupang Senin, (30/12/2019) lalu.

Merasa tidak puas dengan pristiwa naas itu, pihak keluarga almarhum meminta agar jenazahnya diambil untuk lakukan autopsi.

Bacaan Lainnya

Autopsi itu dilakukan pada Kamis,(18/06/2020) kemarin, sekitar pukuk 12:30 wita.

Mendampingi keluarga korban, Penasehat Hukum (PH), Dedi Jahapay, SH dan Jimmy Daud, SH kepada wartawan mengapresiasikan pihak keluarga korban, dan pihak Kepolisian Lantas Polres Kupang Kota yang sudah bersepakat untuk adakan eksomasi dan autopsi jenazah sehingga mendatangkan dokter ahli bedah untuk mengambil sampel agar melakukan visum.

Pada kesempatan sama itu juga, Jimmy Daud SH, pihaknya menunggu hasli dari autopsi tersebut

“Jadi hasilnya kita menunggu hasil dari autopsi ini,” katanya

“Jika tidak ada hasilnya yang memuaskan atas sampel yang sudah diambil tegas dia, maka pihaknya akan lakukan tindakan lanjut bersama pihak keluarga.

“Tentu ada langkah-langkah sela selanjutnya yang kita ambil sambil menunggu dari pihak keluarga”, beber kedua Penasehat Hukum muda tersebut singkat.

Sementara, Kasat Lantas Kupang Kota, IPTU Andri Aryansyah S.I.K yang dimintai konfirmasi wartawan di TKP mengatakan, dengan melakukan autopsi untuk bisa memastikan penyebab kematian alm. Melito Amaral itu

“Jadi hari ini dari Lantas Kupang Kota malakukan otopsi atas berpulangnya jenazah (Alm) untuk memastikan hasilnya, ” katanya

Ia mengatakan, dokter spesialis bedah yang didatangkan dari Dokes Mabes Jakarta. Kemudian lanjut dia, sampel yang diambil dari tubuh jenazah akan dites dulu apabila ada kadar alkohol atau tidak.

Selanjutnya jelas dia, akan kirim ke lab forensik yang ada di jakarta sambil menunggu hasil otopsi selanjutnya akan diinformasikan secara tertulis.

“Jadi sampel yang sudah diambil akan dibawa ke jakarta untuk lakukan visum. Karena di lab forensik kita di kupang terbatas jadi harus dibawa ke jakarta. Hasilnya akan kita secara tertulis. Paling lambat satu minggu kita ketahui hasilnya”, ungkapnya singkat.

Pantauan wartawan, jalannya eksomasi dan autopsi jenazah korban lakalantas itu berjalan aman dalam pengawasan TNI AD, Kepolisian Sektor Kupang Tengah, hingga selesai.(tim)

Pos terkait