TB Dipolisikan Karena Diduga Gunakan Surat Kuasa Palsu

  • Whatsapp

Kupang, Arahntt. Com, – Diduga menggunakan surat kuasa palsu dan melakukan tindak penipuan
dengan modus menjual tanah warisan keluarga Belmin, oknum Thomas Belmin (TB) dilaporkan ke polisi.

Dalam laporan polisi bernomor LP/B/223/V/RES 1.9/2020/SPKT tanggal 29 Mei 2020 pelapor atas nama Petronela Belmin mewakili ahli waris Belmin melaporkan Thomas Belmin dengan tuduhan tindak pidana menggunakan surat kuasa palsu.

Bacaan Lainnya

Kepada wartawan di Kupang, Kamis, (11/06/2020) Petronela Belmin
mengaku ia melaporkan TB lantaran menggunakan surat kuasa sebagai ahli waris untuk menjual tanah warisan tanpa persetujuan ahli waris lain.

Surat kuasa palsu itu dibuat Thomas untuk menjual beberapa tanah warisan keluarga yang berada di Kelurahan Fatukoa dan Batuplat.

“Surat kuasa itu diberikan dan ditandatangani seluruh ahli waris kepada Thomas saat pembelian tahap pertama oleh Pemkot Kupang seluas 34 hektar. Dalam perjalanan, Pemkot berencana membeli lagi tahap kedua seluas 36 hektar. Namun, rencana pembelian tahap kedua itu batal. Pemkot pun hanya membeli seluas 9,7 hektar.” tandasnya.

Setelah itu, kata Petronela, surat kuasa penjualan 36 hektar itu digunakan Thomas untuk menjual tanah warisan keluarga mereka ke beberapa pengusaha tanpa sepengetahuan ahli waris lainnya.

Selain ke pengusaha, kata dia, Thomas juga menjual tanah warisan ke beberapa warga di kota Kupang dengan nilai penjualan mencapai ratusan juta.

“Surat kuasa itu semua ahli waris setujui hanya untuk penjualan tahap kedua 36 hektar yang batal itu. Ternyata dipakai lagi oleh Thomas untuk menjual tanah warisan lainnya,” ungkapnya.

Ia mengatakan, untuk menghentikan aksi Thomas, semua ahli waris sudah mengajukan surat pencabutan dan pembatalan surat kuasa ke PN Kupang, Kajari Kupang, Kapolda NTT, Kapolres Kupang Kota hingga notaris.

Ia menambahkan, aksi Thomas itu terungkap saat salah satu keluarga mereka, Frederick Belmin Apaut kembali dari perantauan. Atas kesepakatan ahli waris lainnya, Frederick diberikan beberapa bidang tanah karena termasuk salah satu ahli waris sah.

“Sebagian lahan itupun digunakan untuk membangun rumah, sebagian lainnya dijual untuk kebutuhan hidupnya. Namun, Thomas diam-diam menggunakan surat kuasa palsu untuk membatalkan semua lahan yang sudah dijual Frederick.” tandasnya.

Ia mengimbau agar warga Kota Kupang tidak terjebak dalam proses jual beli tanah yang dilakukan Thomas dengan menggunakan surat kuasa palsu.

“Kalau jual ya, harus atas kesepakatan kami semua sebagai ahli waris sah, kami minta juga kalau bisa dia datang untuk menemui kami selesaikan kasus ini secara baik-baik.” tutupnya

TB juga tambah dia, menggunakan kesempatan untuk secara bersama sama dengan Godlif Piter Nisnoni memalsukan Dokumen.

” Palsu untuk mengaburkan Hak hak waris Keluarga Belmin Apaut dan akan kami buktikan di Pihak Kepolisian berupa beberapa salinan dokumen yang dipalsukan oleh TB bersama GPN tandas petronela.

Sementara Penyidik Polda NTT, Andre Bureni yang dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp pribadinya mengaku sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus itu.

“Kasus dalam tahap penyelidikan kaka, Masi sementara panggil saksi dan pengumpulan bukti terkait. Perkembangan akan disampaikam kepada pelapor melalui Sp2hp.” ungkapnya (Tim)

Pos terkait