Diduga Anggota DPRD Rote Ndao Abaikan protap covid-19 Saat Shalat Jumat

  • Whatsapp

ROTE NDAO – Seiring diberlakukanya New Normal oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rote Ndao memperbolehkan 11 masjid yang ada di Kabupaten terselatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) itu untuk mengelar Shalat Jumat mulai Jumad (12/6) kemarin.

Sayangnya suasana menjelang Shalat Jumat sempat riuh dengan adanya kedatangan anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao asal partai PKS Ahyar Mahmud. Ia dikabarkan tidak mematuhi protokol kesehatan yang oleh pemerintah wajib diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah wajib mengukur suhu tubuh pada saat hendak masuk ke masjid Al Ikhwan.

“Saat hendak dilakukan tes suhu oleh petugas, alat tersebut ditepis dari tangan petugas oleh Ahyar Mahmud. Kemudian dengan nada marah, ia bertanya kepada petugas dengan mengatakan aturan apa ini? Aturan dari mana ini?” ujar Ketua MUI Rote Ndao, H. Ahmad Kosso, ketika dikonfirmasi pada Jumad (12/6) malam.

Tindakan oknum anggota DPRD Rote Ndao tersebut disayangkan oleh Ketua MUI setempat. Menurut Kosso, terlepas dari statusnya sebagai seorang jamaah, Ahyar Mahmud harusnya menjadi panutan karena sudah pasti memahami protokol kesehatan.

“Bukan malah balik bertanya tentang aturan sambil marah-marah. Bahkan beliau juga tidak ingin sholat pada zona yang sudah ditentukan. Saya pribadi benar-benar sangat sesalkan sikap jamaah tersebut,” jelas Kosso.

Sementara itu, untuk menyambut New Normal, Ketua MUI Rote Ndao menjelaskan, umat muslim di Rote Ndao telah dihimbau untuk mendukung penerapan New Normal di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, kebijakan tersebut baik, karena untuk menormalkan kembali kehidupan masyarakat.

Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao dari fraksi PKS, Ahyar Mahmud, hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi. (ES/AB/NM/DA)

Pos terkait