Dewan Minta Pemerintah Alihkan Tambang ke Sektor Lainnya

  • Whatsapp

Kupang – Polemik keberadaan pabrik semen dan tambang batu gamping sebagai bahan baku pembuatan semen di Kabupaten Manggarai Timur akhirnya dihentikan sementara oleh Pemerintah Provinsi.

Menyikapi ini, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTT, Ben Isidorus meminta Pemprov NTT untuk mengalihkan investasi pabrik semen dan tambang ke sektor lainnya seperti pengelohan industri hasil-hasil pertanian.

“Pemerintah harus mengusahakan atau mengivestasikan atau menarik investor dalam bidang pengolahan industri hasil-hasil pertanian,” ujar Isidorus ketika diwawancarai EkoraNTT, Rabu (10/6/2020).

Dengan mengalihkan investasi atau dengan mendatangkan investor dalam bidang pengolahan hasil-hasil pertanian maka pemerintah dapat meningkatkan pendapan masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat NTT.

Pengolahan hssil-hasil pertanian yang dimaksudkan Isidorus adalah dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki NTT seperti membuat pabrik pakan ternak, perusahan peternakan misalnya ayam dan penetasan telur. Hal inilah yang harus dijadikan sumber untuk menarik investor.

“Mengapa tidak membuat pabrik pakan ternak dan perusahan ayam petelur, penetasan ayam di NTT dan dijual di NTT? Uang itu akan berkembang di NTT. Kenapa harus hadirkan tambang sedangkan potensi yang lain masih banyak,” tanya Isidorus.

Dengan membuka investasi di bidang pengolahan industri pertanian seperti pakan ternak, kata Isidorus sangat menjanjikan untuk dikembangkan di wilayah NTT. Pasalnya, NTT mampu menyediakan sumber daya alam dan juga sumber daya manusia.

“Kalau membuat perusahan peternakan untuk menghasilkan ayam, menghasilkan telur, perusahan pakan ternak banyak tenaga kerja yang telah siap,” ungkapnya.

Apresiasi Pengehentian Sementara Tambang di Matim

Anggota DPRD dari dapil Manggarai Raya ini juga mengapresiasi pengehentian sementara pabrik semen dan tambang di Kabupaten Manggarai Timur.

“Kami mengharapkan seterusnya penghentian pabrik dan tambang di Matim,” ungkapnya.

Anggota Fraksi Partai Hanura NTT ini juga mengatakan Fraksi Partai Hanura mengharapkan pemerintah membangun industri-industri yang ramah lingkungan bukanya tambang.

“Harus industri yang ramah lingkungan. Artinya apa? Bagaminana mengolah hasil pertanian potensial yang ada di NTT,” pungkasnya.(Tim)

Pos terkait