AMDAL Tambang di Matim Harus Melibatkan Masyarakat

  • Whatsapp
Foto vinsen pata

Kupang – Pro dan kontra kehadiran pabrik semen dan tambang batu gamping di Luwuk, Desa Satar Panda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) oleh dua perusahan PT Singa Merah dan PT Istindo Mitra Manggarai harus mampu disikapi Pemerintah Daerah Matim dengan bijaksana.
Menurut Anggota Dewan Perwakila Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTT, Pata Vinsensius, Pemerintah Kabupaten Matim wajib melibatkan masayarakat saat membuat kajian Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL). Hal ini, menurut Vinsensius agar masyarakat juga terlibat dalam seluruh proses yang terjadi.
“Kebijakan yang akan dikeluarkan Pemda Matim terkait tambang harus juga melibatkan masyarakat termasuk saat lakukan AMDAL,” ujar Anggota DPRD NTT asal Manggarai Raya ini kepada wartawan, Jumad (22/5/2020).
Sebagai anggota dewan dari Dapil Manggarai Raya, dirinya berharap Pemerintah Kabupaten Matim harus melakukan sosialisasi dan komunikasi dengan warga secara intens untuk mengetahui keinginan masyarakat yang pro dan yang kontra. Pasalnya, warga di Luwuk adalah warga yang nantinya paling merasakan dampak dari kehadiran tambang dan juga pabrik semen.
“Harus ada komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Apakah mereka menerima atau tidak. Kalau menerima, apa yang harus dilakukan dan kalau menolak harus buat apa,” ungkapnya.
Dirinya berharap, investasi pabrik semen dan tambang di Matim terlaksana, dapat memberi dampak positif terhadap warga. Karena menurutnya, kehadiran investasi diikuti juga dengan pembangunan infrastruktur seperti jalan raya, listrik, air dan juga tenaga kerja.(Tim)

Pos terkait