Hasil Mutasi Tidak Sah” Terhadap 21 kariyawan Bank NTT 1 Masih Dipertahankan di KCK

  • Whatsapp

KUPANG – Mantan Direktur Utama Bank NTT dan Direktur Umum Bank NTT diduga melakukan mutasi cacat alias tidak sah terhadap 21 pegawai Bank NTT pada bulan Maret 2020 silam.

Mutasi ini diduga cacat karena dilakukan tanpa sepengetahuan atau persetujuan Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank NTT dalam hal ini Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.

Nota Dinas mutasi dengan nomor 015/DIR-DSM/III/2020 ini ditandatangani oleh mantan Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard dan Direktur Umum Bank NTT, Yohanis Landu Praing.

Dalam nota dinas yang diperoleh media belum lama ini, tercantum 21 nama pegawai Bank NTT yang akan dimutasi. Pada poin kedua tertulis, kepada pegawai yang dimutasi tersebut di atas, wajib melaporkan diri kepada pimpinan unit selambat-lambatnya tanggal 13 April 2020.

Nota dinas mutasi yang ditandatangani oleh mantan Dirut Bank NTT dan Dirum Bank NTT tanggal 26 Maret 2020

Sementara itu pada poin ketiga, tertulis kepada saudara/i pimpinan unit kerja baru agar mengatur dengan baik segala tugas dan tanggungjawab pegawai bersangkutan.

Pasca menuai protes dari berbagai pihak, karena proses mutasi yang dinilai salah, mantan Dirut dan Dirum Bank NTT kemudian mengeluarkan surat bernomor 444/DIR-DSM/III/2020 perihal penundaan pelaksanaan nota dinas mutasi.

“Bahwa dengan mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut: 1. Persiapan Go Live Core Banking Intercost Bank NTT; 2. Dalam mendukung tugas pemerintah untuk menekan penularan Covid-19 di tanah air yakni salah satunya dengan membatasi perjalanan Dinas khususnya perjalanan dinas pegawai Bank NTT baik itu perjalanan dinas tugas maupun perjalanan dinas mutasi. Maka disampaikan bahwa pelaksanaan mutasi dimaksud sesuai Nota Dinas Mutasi Nomor: 015/DIR-DSM/III/2020 tanggal 26 Maret 2020 ditunda pelaksanaanya sampai dengan batas waktu yang akan ditentukan,” demikian bunyi surat yang ditandatangani oleh mantan Dirut dan Dirum Bank NTT dalam nota dinas tertanggal 31 Maret 2020 tersebut.

Bacaan Lainnya

Surat penundaan pelaksanaan nota dinas mutasi yang juga ditandatangani oleh mantan Dirut dan Dirum bank NTT.

Mirisnya, meski telah terjadi pembatalan mutasi, namun tidak semua pegawai yang namanya tercantum dalam daftar tersebut dikembalikan ke tempat tugas sebelumnya.

Media ini menemukan, ada satu nama yang masih dipertahankan di Kantor Cabang Khusus (KCK) Bank NTT. Karyawati dengan inisial MERH ini ternyata masih berkantor di KCK Bank NTT hingga hari ini.

“Situasi rill nya seperti itu. Memang benar, yang bersangkutan masih ada di KCK dan belum dikembalikan,” ucap sumber terpercaya media ini.

Kepala Divisi SDM Bank NTT, Steven Mesakh yang dikonfirmasi media ini, membenarkan MERH masih berkantor di Kantor Cabang Khusus Bank NTT.

“Sesuai info dari tiap unit kerja ke SDM, karyawan yang dapat mutasi waktu itu, pergerakan karyawan ke kantor tujuan hanya MERH saja. Yang lain tidak ada info ke SDM,” tulis Steven Mesakh melalui pesan singkat Whatsapp yang diterima Rabu, (13/5/2020).

Dia berjanji, oknum karyawati Bank NTT tersebut akan dikembalikan ke Kantor Cabang Betun.

“Nanti kita kembalikan ke betun om,” tandasnya singkat.

Informasi yang berkembang menyebutkan, Direktur Umum Bank NTT, Yohanes Landu Praing, diduga memiliki andil besar dalam mempertahankan MERH. Sehingga MERH masih tetap bertahan di KCK sampai hari ini. (Tim)

Pos terkait