Tingkatkan SDM marketing, Bank NTT Gandeng MarkPlus Institute

  • Whatsapp
Kegiatan pembukaan In House Training Marketing Funding Tahap I Senin pagi (17/2/2020) oleh Direktur Utama Bank NTT, dan dihadiri oleh jajaran Direksi dan Komisaris / Foto: Doc Bank NTT.

KOTA KUPANG – PT. Bank Pembangunan Daera Nusa Tenggara Timur menggandeng perusahan marketing ternama, MarkPlus Institute untuk peningkatan sumber daya manusia tenaga marketing.

Kegiatan yang dilaksanakan selama lima hari itu berlangsung di lantai V Kantor pusat Bank NTT dimulai sejak hari Senin (17/2) hingga Jumad (21/2).

Read More

Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Hary Alexander Riwu Kaho mengatakan, pendidikan dan pelatihan diberikan kepada tenaga marketing, agar kedepan Bank NTT tetap eksis dan bersaing dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya.

“Di era konvensi ini, kita membutuhkan SDM yang mumpuni. Salah satu langkah yang kita lakukan adalah penguatan SDM lewat model-model pendidikan marketing seperti yang dilakukan Bank NTT saat ini,” ujar Alex Riwu Kaho kepada awak media di Kupang, Selasa (18/2).

Dia berharap agar semua tenaga marketing yang terlibat dalam proses pelatihan menyerap ilmu dengan baik supaya bisa menerapkannya di lapangan.

“Ini baru awal, dan akan diikuti dengan pendidikan-pendidikan wawasan dalam berbagai bentuk misalnya workshop, magang, studi banding, untuk menambah wawasan, pengalaman, dan skill. Diharapkan teman-teman memahami potensi daerahnya masing-masing, melakukan strategi marketing yang tepat, dan bisa memberikan kinerja terbaik pasca mengikuti pelatihan,” jelasnya.

Fasilitator MarkPlus Institute, Eka J Budhiman sedang memberikan training kepada tenaga marketing Bank NTT, Selasa (18/2). / Foto: Ama Beding

Sementara itu, Kepala Divisi Dana Bank NTT, Endry Wardono menambahkan, MarkPlus Institute dipilih menjadi fasilitator untuk kegiatan training karena memiliki track record yang baik dan merupakan perusahan ternama di Indonesia.

“Kalau dulu, Pak Presiden Jokowi mencalonkan diri menjadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI dan Presiden, MarkPlus Institute adalah salah satu konsultannya. Jadi menurut kami, MarkPlus Institute merupakan perusahan yang mumpuni untuk proses training ini,” ujarnya.

Wardono juga menyampaikan, pihaknya diberi target pendapatan Rp 3 Triliun. Diharapkan, penguatan SDM tenaga marketing bisa berkontribusi besar terhadap pencapaian target tetsebut.

“Diharapkan kita bisa mencapai target yang sudah ditetapkan. Target kita tahun ini Rp 3 Triliun,” ungkap mantan Kepala Cabang Bank NTT Kefamenanu ini.

Fasilitator MarkPlus Institute, Eka J. Budhiman menjelaskan, training lebih difokuskan pada penjualan atau selling.

“Bagaimana kita melakukan penjualan. Bagaimana kita berhadapan dengan klien. Jadi selama dua hari ini kita belajar tentang penjualan. Diharapkan tenaga marketing Bank NTT semakin top kedepan,” tukasnya.

Pantauan media, kegiatan training tahap pertama diikuti oleh 38 peserta marketing dari berbagai cabang di NTT. Tahap kedua, direncanakan akan digelar bulan Maret 2020 dan melibatkan lebih dari 40 peserta tenaga marketing.*Tim

Related posts